Upaya untuk Menarik Investor Berinvestasi di Ibu Kota Negara Baru

Upaya untuk Menarik Investor Berinvestasi di Ibu Kota Negara Baru

Indonesia merupakan negara yang besar dan kaya akan sumber daya alam. Dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah, ekonomi Indonesia dapat terus bertumbuh dan menjadi salah satu negara maju di dunia. Namun, walaupun demikian ketimpangan sosial yang terjadi di Indonesia masih sangat tinggi, sehingga pemerintah perlu melakukan aksi pemerataan ekonomi.

Salah satu upaya yang sedang diusahakan oleh pemerintah adalah dengan membangun ibu kota negara baru yang terletak di Kalimantan. Pembangunan ibukota baru ini diharapkan dapat membagi ekonomi Indonesia secara lebih merata, sehingga tidak terfokus didaerah pulau Jawa saja. Dalam merealisasikan proyek ibu kota negara ini, pemerintah memerlukan biaya yang sangat fantastis. Hal ini mendorong pemerintah untuk mempromosikan proyek ini agar mendapatkan suntikan investasi baik dari pihak swasta ataupun negara asing.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam proses pembangunan infrastruktur pada ibukota baru negara membutuhkan dana mencapai Rp. 6.645 triliun. Sedangkan APBN dalam hal ini hanya mampu untuk menyediakan dana sebesar Rp.2.385 triliun. Atau 37% dari total keseluruhan dana yang dibutuhkanā€¯. Untuk memenuhi kekurangan dana yang sangat besar ini negara membutuhkan investasi baik dari swasta ataupun negara asing. Namun, masih banyak yang kurang tertarik untuk berinvestasi di sana.

Menurut Bambang Susantono selaku Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, ada ketakutan untuk memulai investasi pada proyek ibu kota negara baru sebab kepastian penduduk yang akan pindah belum jelas, dan rendahnya tingkat pengembalian investasi. Menurut data yang ada, dapat disimpulkan bahwa proyek pembangunan ibu kota negara baru membutuhkan dana yang besar tetapi investor masih sedikit yang bersedia untuk berinvestasi sebab wilayah yang akan dibangun untuk menjadi ibu kota negara baru ini masih sepi penduduk. Berarti salah satu cara untuk menarik investor agar bersedia berinvestasi adalah dengan meramaikan wilayah yang akan dijadikan ibu kota negara baru terlebih dahulu.

Kecamatan Samboja, salah satu wilayah yang akan dijadikan sebagai daerah untuk mengembangkan ibu kota negara. Kecamatan Samboja memiliki keunggulan dari segi hasil bumi dan keindahan alamnya. Keindahan alam di Kecamatan Samboja terletak pada pantainya. Ada dua pantai yang terletak di kecamatan ini yakni, Waduk Samboja dan Pantai Tanah Merah.

Kedua pantai yang indah tersebut dapat dipromosikan oleh pemerintah Indonesia, sehingga orang- orang sedikit demi sedikit mulai mengunjungi wilayah tersebut. Pemerintah dapat mempromosikan wilayah pantai dan membuat pantai ini terkesan seperti pulau bali yang sangat terkenal karena keindahan pantainya. Promosi yang baik oleh pemerintah akan mendorong orang untuk berkunjung, sehingga daerah di sana akan mulai terjadi banyak aktivitas. Banyaknya aktivitas perlahan-lahan akan mendorong pedagang-pedagang kecil mulai berdatangan. Lama kelamaan, ketika aktivitas di wilayah ini sudah mulai ramai. Hotel-hotel mulai tersebar dimana-mana. Hal ini nantinya pasti akan mendorong investor akan lebih berani dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi. Sebab wilayah yang akan dijadikan sebagai ibu kota negara baru ini sudah mulai hidup dan sudah banyak aktivitas yang terjadi di sana.

Referensi

Indonesia, CNN. (2023, 16 Mei) Asa Jokowi dan ‘Tangan Besi’ Luhut Demi Percepat Investasi IKN, Diakses pada 8 Juni 2023, dari https://www.cnnindonesia

Kencana, Malaundy Rizky Bayu. (2022, 14 April) Pemerintah Kekurangan Modal Rp 4.260 Triliun bangun Infrastruktur hingga 2024, Diakses pada 8 Juni 2023, dari https://www.liputan6

Agiesta, Fellyanda Suci. (2019, 23 Agustus) Ada Apa di Samboja, Wilayah yang Jadi Kandidat Ibu Kota Baru.